Halaman

Sabtu, 04 Mei 2013

Media Pembelajaran

A.                 Pengertian Media Pembelajaran 
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah. sehingga apabila media itu membawa pesan informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud maka disebut media pembelajaran. 
B.                 Manfaat Media Dalam Pembelajaran
Perolehan pengetahuan siswa seperti digambarkan Edgar Dale menunjukkan bahwa pengatahuan akan semakin abstrak apabila disampaikan melalui bahasa verbal. Hal ini memungkinkan terjadinya verbalisme, artinya siswa hanya mengetahui tentang kata tanpa memahami dan mengerti makna yang terkandung dalam kata tersebut. Hal semacam ini dapat menimbulkan kesalahan persepsi siswa. Oleh seab itu sebaiknya diusahakan agar penglaman siswa menjadi lebih konkret, pesan ang ingin disampaikan benar-benar dapat mencapai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai, dilakukan melalui kegiatan yang dapat mendekatkan siswa dengan kondisi yang sebenarnya.
maka secara khusus media pemebelajaran memiliki fungsi dan berperan untuk:
a)       Mengangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu.
 Peristiwa-peristiwa penting atau objek yang langka dapat di abadikan dengan foto, film,atau direkam melalui video atau audio, kemudian peristiwa itu dapat disimpan dan dapat digunakan manakala diperlukan. Guru dapat menjelaskan roses terjadinya gerhana matahari yang langka melalui hasil rekaman video.
b)      Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek tertentu
Melalui media pemelajaran, guru dapat menyajikan bahan pelajaran yang bersifat abstrak menjadi konkret sehingga mudah dipelajari dan dapat mengilangkan verbalisme. Misalkan untuk menyampaikan bahan pelajaran tentang system peredaran darah pada manusia dapat disajikan melalui film. Untuk memanipulasi keadaan, juga media pembelajaran dapat menampilkan suatu proses atau gerakan yang terlalau cepat yang sulit diikuti seperti gerakan mobil, gerakan kapal terbang, gerakan-gerakan pelari atau gerakan yang sedang berolah raga; atau sebaliknya dapat mempercepat gerakan-gerakan yang lambat, seperti ger akan pertumbuhan taman, perubahan warna zat, dan lain sebgainya.
c)       Menambah gairah dan motivasi belajar siswa
Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar siswa sehingga perhtian siswa terhadap materi pemebelajaran dapat lebih meningkat. Sebagai contoh sebelum menjelaskan materi pelajaran tentang polusi, untuk dapat menarik pethatian siswa terdapat topik tersebut, maka guru memutar film terlebih dahulu tentang banjir atau tentang kotoran limbah industri dan lain sebagainya.
C.        Macam-macam Media dalam Pembelajaran
Penggolongan jenis media tersebut atas dasar ukuran serta kompleks tidaknya alat perlengkapan, maka dapat diklasifikasikan menjadi lima macam yaitu:
a.    Media tanpa proyeksi dua dimensi: yaitu jenis yang penggunaannya tanpa proyektor dan hanya mempunyai dua ukuran saja, yakni panjang dan lebar. Termasuk dalam jenis ini, misalnya: papan tulis, papan tempel, papan fanel, dan lainnya.
b.    Media tanpa proyeksi tiga dimensi, yaitu: Jenis media yang penggunaannya tanpa proyektor dan mempunyai ukuran panjang, lebal tebal, dan tinggi. Termasuk dalam katagori ini misalnya: benda sebenarnya, boneka, dan sebagainya.
c.     Media Audio yaitu media yang hanya memberikan rangsangan suara saja. Media ini penggunaannya tanpa proyektor, tetapi memiliki alat perlengkapan khusus yang dapat menyampaikan atau memperkera suara. Jenis media semacam ini, misalnya: radio dan tape recorder.
d.    Media dengan proyeksi yaitu: Media yang penggunaannya memakai proyektor, misalnya: Fim, slide, dan Film strip.
e.    Televisi dan Video Tape Recorder yaitu Jenis media yang pada prinsipnya sama dengan Audio Tape recorder, dan Radio. Perbedaannya jika radio cukup dengan pemancar suara saja, sedangkan TV memancarkan suara dan gambar. Video Tape Recorder adalah alat untuk merekam, menyimpan dan menampilkan kembali secara serempak suara dan gambar dari suatu objek. Sedangkan kalau TV adalah sebagai alat untuk melihat gambar dan mendengarkan suara dari jarak jauh.

DAFTAR PUSTAKA
http://sharingposting.blogspot.com/2012/12/media-dan-alat-peraga-dalam.html

Rabu, 01 Mei 2013

PENILAIAN PORTOFOLIO



                                          PENILAIAN PORTOFOLIO

PENILAIAN PORTOFOLIO
A.    Pengertian penilaian portofolio
Menurut Barton dan Collins (1997) semua objek portofolio dibedakan menjadi empat macam yaitu:
1.      Hasil karya peserta didik, yaitu hasil kerja peserta didik yang dihasilkan dikelas.
2.      Reproduksi yaitu hasil kerja peserta didik yang dikerjakan di luar kelas.
3.      Pengesahan yaitu pernyataan dan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru ataupihak lainnya tentang peserta didik.
4.      Produksi yaitu hasil kerja peserta didik yang dipersiapkan khusus untuk portofolio.
Secara umum portofolio adalah kumpulan dokumen berupa objek penilaian yang dipakai oleh seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam perusahaan.
Portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan hasil atau hasil belajar atau karya peserta didik yang menunjukkan usaha, perkemangan, prestasi belajar  peserta didik dari waktu ke waktu dan dari satu mata pelajaran ke pelajaran yang lain.
Penilaian portofolio merupakan pendekatan baru yang akhir-akhir ini sering diperkenalkan para ahli pendidikan untuk dilaksanakan di sekolah selain pendekatan penilaian yang telah lama digunakan. Penialian portofolio merupakan suatu alternatif untuk meningkatkan kemampuan peserta didik melalui evaluasi umpan balik an penilaian sendiri.
Beberapa keuntungan penilaian portofolio antara lain:
1.      Mampu mrefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual peserta didik dari waktu ke waktu;
2.      Menunjukkan prestasi akademik dan memotret kompetensi peserta didik;
3.      Mampu memfokuskan pada kepentingan dan proses kemampuan belajar-mengajar serta menginformasikan pengajaran praktis tentang kelebihan dan kekurangan peserta didik.
B.     Fungsi dan tujuan penilaian portofolio
Portofolio dapat pula berfungsi sebagai alat untuk:
a.       Melihat perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar.
b.      Perluasan dimensi belajar.
c.       Pembaharuan kembali proses belajar mengajar.
d.      Penekanan pada pengembangan pandangan peserta didik dalam belajar.
Penilaian portofolio sebagai:
a.       Alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merfleksi pembelajaran mereka sendiri.
b.      Hasil peilaian portofoliosebagai alat sumatif yaitu digunakan untuk mengisi angaka raport peserta didik, yang menunjukkan prestasi peserta didikdalam mata pelajaran tertentu.
c.       Untuk memberikan informasi kepada orang tua tentang perkembangan peserta didik secara lengkap dengan dukungan data dan dokumen yang akurat.
C.     Prinsip penilaian portofolio
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di seklah antara lain:
1.      Saling percaya
Penilaian portofolio yaitu penilaian yang berlangsung dua arah antara guru dan peserta didik maupun antar peserta didik dengan peserta didik lainnya yang harus dibina secara sinergis. Dalam penilaian portofolio guru dan peserta didik atau pun antar  peserta didikdengan peserta didik lainnya harus memiliki rasa percaya. Mereka harus merasa sebagai pihak yang saling memerlukan dan memiliki semangat untuk saling membantu.oleh karena itu guru dan peserta didik maupun peserta didik dengan peserta didik lainnya harus saling terbuka dan jujur satu sama lain.
2.       Kerahasiaan bersama
Kerhasian evidence peserta didik merupakan hal yang sangat  penting dalam portofolio. Hasil pekerjaan peserta didik secara individu maupun kelompok sebaiknya tidak diperlihatakan kepada peserta didik lainnya sebelum diadakan pameran.
3.      Milik bersama
Semua pihak, guru maupun peserta didik harus menganggap evidencemerupakan milik bersama yang harus dijaga secara bersama-sama pula. Leh karena itu, semua evidence atau doumen yang harus menjadi mlik bersama antara guru dan pserta didik.
4.      Kepuasan dan kesesuaian
Hasil akhir portofolio dalah ketercapaian standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. Kepuasan semua phak terletak pada tercapai tidaknya standar kompetensi, kmpetensi dasar, maupun indikatortersebut yang dimanifestasikan melaui evidence peserata didik.
5.      Penciptaan budaya mengajar
Jika dalam mengajar guru hanya menuntut peserta didik untuk untuk menghafal fakta atau pengetahuan yang pada taraf yang rendah, maka penilaian portofolio tidak akan bermakna.
6.      Refleksi bersama
Penilaian portofolio memberikan kesempatan untuk melakukan refleksi bersama dimana peserta didik dapat merefleksikan tentang proses berpikir mereka sendiri, pemecahan masalah atau pengambilan keputusan, dan mengamati pemahaman mereka tentang kompetensi dasar dan indikator yang telah mereka peroleh.
7.      Proses dan hasil
Proses yang dinilai misalnya diperoleh daari catatan perilaku harian peserta ddiik. Penilaian hasil yaitu menilai hasil akhir suatu tugas ang diberiakan oleh guru.
D.    Keunggulan dan kelemahan
a.       Keunggulan
1.      Perubahan paradigma penilaian
Penilaian portofolio menyajikan penertian yang lebih bermakna tentang perubahan tingkhlaku peserta didik. Sebab penilaian portofolio lebih menekankan pada proses perubahan kemampuan peserta didik.
2.      Akunbalitas
Guru sebagai pendidik bertanggung jawab terhadap konstituen yaitu peserta didik, orang tua, sekolah dan mesyarakat.
3.      Peserta didik sebagai individu dan peran aktif peserta didik
Ciri khas penilaian peserta portofolio aitu memungkinkan guru untuk melihat peserta didik sebagai individu, masing-masing memiliki karakteristik, kebutuhan, dan kelebihan tersediri.
b.      Kelemaham
1.      Waktu ekstra
Penilaian portofolio memerlukan waktu yang ekstra dibanding dengan penilaian lain. Penilaian porofolio yang digumnakan guru akan sangat dihargai dan terutma dikenang baik oleh peserta didik.
2.      Pencapaian akhir
Guru cenderung hanya memperhatikan pencapaian akhir. Sehingga peserta didik haya berorientasi pada pencapaian hasil akhir semata.
DAFTAR PUSTAKA

surapranata, Sumarna dan Muhammmad Hatta.2004.Penilaian Portofolio.Bandung:PT.Remaja Rosdakarya.

PENILAIAN KINERJA



PENILAIAN KINERJA
A.    PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA
Asesmen kinerja dapat digunakan sebagai alternatif dari tes yang selama ini banyak digunakan untuk mengukur keberhasilan belajar peserta didik di persekolahan. Dengan asesmen kinerja ini, diharapkan proses pengukuran hasil belajar tidak lagi dianggap sebagai suatu kegiatan yang tidak menarik dan bukan merupakan bagian yang terpisah dari proses pembelajaran. Oleh karena itu penggunaan asesmen kinerja menjadi penting dalam proses pembelajaran karena dapat memberikan informasi lebih banyak tentang kemampuan peserta didik dalam proses maupun produk, bukan sekedar memperoleh informasi tentang jawaban benar atau salah saja.
Mansyur (2009) berpendapat bahwa penggunaan penilaian berdasarkan pendekatan konvensional seperti penggunaan tes terstandar layaknya tes tertulis (essay) dan pilihan ganda belum memberikan gambaran yang lengkap /komprehensip tentang kemampuan individu yang dinilai. Oleh karena itu, penilaian kinerja menjadi alternatif untuk mengungkap secara utuh kemampuan individu tersebut dan sangat cocok dterapkan dalam penilaian di kelas.
W.J Pophan ( 1995) , pengamatan-pengamatan yang informal pada umumnya melibatkan pengamatan para guru hanya satu bagian dari suatu perilaku yang kompleks, sedangkan penilaian-penilaian kinerja pada umumnya melibatkan pengamatan atas seluruh perilaku-perilaku yang kompleks. Sebagai tambahan, pengamatan-pengamatan yang informal pada umumnya dilaksanakan sebagai penilaian yang berkembang , sedangkan penimbangan prestasi lebih pada umumnya digunakan sebagai penilaian-penilaian sumatif., dan terkadang kedua jenis penilaian tersebut akan tumpang tindih .
Dari paparan di atas maka dapat dikatakan bahwa penilaian kinerja adalah salah satu alternatif penilaian yang tergolong tradisional. Selama penilaian kinerja, para siswa itu diminta untuk menyelesaikan beberapa aktivitas dan diamati oleh guru dan kadang-kadang guru mengarahkan siswa untuk melaksanakan dan melengkapi tugasnya. Guru juga memfokuskan penilaian hasil dari aktivitas siswa.

B.     JENIS-JENIS PENILAIAN KINERJA

Jenis penilaian kinerja dibedakan atas 3 dimensi.
·         Dimensi yang pertama membedakan antara proses dengan produk
·         Dimensi kedua melibatkan antara pengaturan-pengaturan yang nyata dengan yang tidak nyata.
·         Dimensi ketiga melibatkan pengaturan yang tersusun secara alami.

C.     KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN PENILAIAN KINERJA

ü  Keuntungan-keuntungan dalam penilaian kinerja
Keuntungan yang paling penting dari penilaian kinerja adalah guru dapat secara langsung mengukur ketrampilan-ketrampilan dari siswa dan bukan hanya dengan tes (paper and pencil test) Saja. Keuntungan yang kedua dari penilaian kinerja adalah dapat mempengaruhi cara belajar siswa dimana siswa tidak hanya sekedar menghapal saja tetapi bagaimana siswa diharapkan dapat menunjukkan kemampuannya dalam menggunakan semua keterampilan-keterampilannya sehingga mereka dapat mengingatnya dengan lebih baik.
Keuntungan ketiga dari penilaian kinerja ini adalah guru dapat mengukur proses kinerja siswa langkah demi langkah yang sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

ü  Kekurangan – kekurangan dalam penilaian kinerja
·         Masalah dalam instrumen tidak jelas, sukar digunakan
·          Masalah prosedural: kemampuan terlalu banyak, rata-rata hanya satu orang
·          Penskoran cederung bias atau subjektif
·         Waktu penilaian tidak memadai Penilaian kurang obyektif
·         Kurang andal dalam pemberian angka
·         Tidak semua siswa mempunyai minat yg sama dalam kegiatan/proses kinerja pada topik tertentu

D.    LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMBUAT PENILAIAN KINERJA

·         Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam membuat penilaian kinerja antara lain:
·         1. Identifikasi semua langkah-langkah penting yang diperlukan yang akan mempengaruhi hasil akhir
·         2. Tuliskan perilaku kemampuan-kemampuan spesifik yang penting dan diperlukan untuk menyelesaikan tugas dan menghasilkan hasil akhir yang terbaik.
·         3. Usahakan untuk membuat kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur tidak terlalu banyak, sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasi selama siswa melaksanakan tugas.
·         4. Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang harus dapat diamati
·         5. Urutkan kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang akan diamati.

DAFTAR PUSTAKA